Cari Blog Ini

Jumat, 15 Mei 2015

"Preman" itu kini benar-benar telah pensiun

http://cdn.klimg.com/resized/476x/p/didi-petet.jpg
Siapa yang tidak mengenal pemeran tokoh kang Bahar dalam sinetron "Preman Pensiun" produksi MNC Pictures yang ditayangkan RCTI.

Didi Widiatmoko atau lebih dikenal dengan Didi Petet, seniman serba bisa itu kini telah tiada. Didi petet meninggal hari JUm'at 15 Mei 2015 sekitar jam 05.00 dini hari karena sakit lambung.

Kepiawaian pemeran kabayan ini di dunia peran sudah tidak diragukan lagi. Banyak prestasi yang telah di ukirnya. Di antara prestasi tersebut adalah


Aktor Pembantu Terbaik, Piala Citra FFI 1988 (Cinta Anak Jaman)
Aktor Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 1988 (Catatan si Boy)
Aktor Terpuji FFB 1989 (Gema Kampus 66)
Aktor Terpuji FFB 1994 (Si Kabayan Cari Jodoh)
Lifetime Achievement MTV Indonesia Movie Award 2004
Nominasi Piala Citra 1990, Aktor Utama (Joe Turun Ke Desa)
Nominasi Piala Citra 1991, Aktor Utama (Boneka dari Indiana)
Nominasi Piala Citra 2004, Aktor Pembantu (Pasir Berbisik)
Nominasi Indonesian Movie Award 2010, Aktor Utama (Jermal)
Nominasi Piala Vidia 2011, Aktor Pembantu (Bakpao Pingping)
Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2013

Didi Petet meninggal dalam usia 58 tahun. Debut terakhirnya adalah sinetron Preman Pensiun yang sekarang memasuki season 2 yang akan mulai tayang tanggal 25 Mei 2015, di RCTI.

Kang Bahar sekarang betul-betul telah pensiun. Pensiun dari kehidupan fana ini. Mudah-mudahan diterima seluruh amal kebaikannya, diampuni dosa-dosanya.Diberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Seperti 'ARISAN' akan tiba saatnya giliran kita. Demikian kata Sopyan Dado sesama seniman dalam ucapan selamat jalannya kepada Didi Petet.

Gambar : kapanlagi.com

 

Rabu, 13 Mei 2015

Ini TVku, Mana TVmu?

https://soilman.files.wordpress.com/2012/01/tv.jpg   Melihat jagat hiburan yang tersaji di televisi kita semakin lama semakin menggelikan. Sudah seperti kebun binatang. Tayangan sinetronnya, acara musiknya, menampilkan sesuatu yang aneh.

   Coba lihat saja sinetronnya, Manusia Harimau yang pernah ditayangkan di MNCTV. Film ini diproduksi oleh MD Entertainment.

   Ada lagi 7 Manusia Harimau produksi SinemArt ditayangkan oleh RCTI.

   GGS (Ganteng-Ganteng Srigala). Produksi AS Production. Yang juga memproduksi Emak Ijah Pingin ke Mekah yang ada "babi ngepet"nya. Padahal saya tahu Pak Syaiful Drajat sang sutradara merupakan orang yang religius. Dua sinetron ini ditayangkan di SCTV.

   Lebih parah ada Monyet Cantik. Produksi StarVision. Tayang di SCTV sekitar 2007. Saking latahnya sinetron binbatang, sinetron yang dibintangi Yuki Kato itu sempat tayang lagi beberapa waktu lalu.

    Pangeran Lutung produksi MD Entertainment tayang di MNC.

   Serial impornya juga nggak mau kalah. Ada Kera sakti, Pendekar Rajawali.

   Sekarang masuk ke dunia musik. Terutama dangdut. Banyak sekali mereka memberi nama group mereka dengan nama binatang.

   Ada Trio Macan, Trio Srigala, Duo Srigala, Trio Kingkong, Trio Ubur-ubur, Duo rajawali, Trio Zebra.

    Lha kalau begini terus, lama-lama akan muncul duo munyuk, trio udek-udek telek, Duo Tumo, Trio Walang sangit.

   Kalau kita lihat, tayangan hiburan kita sangat tidak sehat. Nilai-nilai edukasinya tergerus oleh nilai rupiah. Tayangan-tayangan sinetron diatas bukan tidak memiliki nilai pendidikan, akan tetapi sisi-sisi negatifnya menurutr pendapat saya lebih mendominasi.

   Kata-kata membully, adegan pacaran, geng-gengan, banyak ditampilkan disini.Sangat jauh berbeda dengan tayangan remaja jaman dulu. ACI di TPI yang sangat bagus ceritanya, mengedukasi justru tidak coba dikembangkan lagi.

   Kita selaku penikmat televisi hendaknya lebih bijak memilih hiburan. Terutama sebagai orang tua harus bisa memilihkan tayangan yang baik dan mendidik bagi anak-anak kita. ini hanyalah uneg-uneg saja. Boleh setuju boleh tidak. Boleh pro maupun kontra.

Gambar : soilman.files.wordpress.com
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com