Cari Blog Ini

Kamis, 14 April 2016

5 KEGELAPAN DAN 5 CAHAYA (4) AKHIRAT


Keempat : Akhirat itu Gelap dan Cahayanya adalah Amal Shalih

Kehidupan akhirat adalah fase terakhir kehidupan manusia. Di akhirat inilah pengadilan tertinggi, pengadilan sejati, pengadilan yang paling adil. Tidak ada lagi suap-menyuap, makelar kasus di pengadilan tertinggi ini.

Pada masa ini semua akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Hanya ada dua tempat yang tersedia yaitu Surga dan Neraka.

Surga adalah tempat bersemayamnya orang-orang yang mendapatkan augerah dari Allah SWT. Sedangkan neraka adalah tempat orang-orang menerima imbalan berupa adzab karena amal-amal buruknya semasa hidup. Adzab di akhirat berarti kegelapan. Tiadak ada stupun manusia yang mampu membayangkan dahsyatnya neraka. kita hanya mampu mengira-ira dari keterangan Al Qur'an dan hadits-hadits yang shahih saja.

Allah Berfirman "Setiap kali kulit mereka hangus,kami ganti kulit mereka dngn kulit yg lain supaya mereka merasakan azab" (Qs.An-Nisa;56)

"Dan tahukah kamu apa Hathamah itu.? yaitu api yg disediakan Allah yg dinyalakan" (Qs.Al-Humazah:5-6),Dinamakan demikian karena penghuninya menghancurkan tulang dan membakar hatinya sendiri,Allah berfirman "yang membakar sampai ke hati" (Qs.Al-Humazah:7)


Dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, 'Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling buruk dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, 'Siapakah mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah penzina laki-laki dan perempuan'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)

Dan masih banyak lagi  dalil-dalil yang menggambarkan kedahsyatannya. Dan yang akan menyelamatkan kita adalah amal shalih kita. Tentunya dengan dilandasi keimanan yang akan menyebabkan rahmat Allah. Dengan demikian marilah kita senantiasa beramal shalih meskipun kecil. Jangan pernah meremehkan amal shalih yang terlihat kecil karena kita tidak tahu barangkali itulah yang akan mengundang rahmat Allah kepada kita. Yang akan menjadi penerang kita di akhirat kelak.

(Bersambung)


Sabtu, 09 April 2016

5 KEGELAPAN DAN 5 CAHAYA (3) ALAM KUBUR



Ketiga : Alam kubur itu Gelap dan cahayanya Laailaahaillallah Muhammadurrasulullah

Yang dimaksud alam kubur ialah alam di mana kita bersinggah sementara menunggu hari kiamat. banyak peristiwa yang akan terjadi di sana. Bagi yang memiliki amal kebaikan tentunya akan mendapat kenikmatan kubur, dan bagi yang banyak amal keburukannya akan mendapatkan adzab kubur. Dalam beberapa hadits Rasulullah menjelaskan tentang adanya adzab dan nikmat kubur.Di antara hadits-hadits tersebut adalah, hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ:فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ ؟ فَيَقُولُ: رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ: دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ : وَمَا يُدْرِيْكَ ؟ فَيَقُولُ: قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ: أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِيفَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ (وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ) وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ , قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ : أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ , فَيَقُولُ لَهُ : مَنْ أَنْتَ , فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ, فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ, فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي

Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”.
Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga.
Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”.


Pertanyaan malaikat tidak hanya ditujukan kepada yang beriman saja akan tetapi juga kepada orang-orang kafir sebagaimana penjelasan Nabi SAW. dalam hadits berikut,

وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا دِينُكَ ؟ فَيَقُولُ : هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَافْرِشُوا لَهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ, فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”.
[Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]

Hal ini menunjukkan bahwa ujian kubur itu berlaku terhadap orang-orang beriman maupun orang-orang kafir. Bagi orang-orang kafir jelas ujian kubur itu merupakan kegelapan, kesuraman. Dan bagi orang-orang yang ingin menyinari alam kuburnya hendaklah ia senantiasa mengucap Laa ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah kemudian istiqamah sampai ajal menjemputnya.
Mengucap tidak sekedar mengucap tetapi ucapan disertai keimanan yang merasuk kedalam hati dan menimbulkan ketaatan kepada Allah SWT


(Bersambung)

Jumat, 08 April 2016

5 KEGELAPAN DAN 5 CAHAYA (2) DOSA

Kedua : Dosa itu Gelap dan Cahayanya adalah Taubat

"Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat". (HR. Ibnu Majah, no. 4251)

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia tidak akan luput dari kesalahan. Manusia tidak akan terhindar dari perbuatan dosa. Dalam bermuamalah dengan sesama tentunya kita sering melakukan kesalahan. Kesalahan-kesalahan itu akan terus bertumpuk menutupi kita jika kita tidak mau memohon maaf dan bertaubat kepada Allah. Mungkin kesalahan itu kecil. tetapi jika kesalahan, dosa yang kecil itu tidak kita iringi dengan taubat, maka kesalahan akan menjadi besar dan dan menjadi sumber kegelapan dalam kehidupan kita. Jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil karena ketika sudah menumpuk niscaya akan membinasakan kita. Rasulullah SAW. bersabda,

“Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.”
(HR ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath)

Jika dosa kecil saja bisa membinasakan kita apalagi dosa besar. tentunya akan lebih cepat membinasakan kita jika kita tidak segera bertaubat kepada Allah SWT. Hal-hal yang membuat dosa kecil kita membinasakan kita antara lain,

Di lakukan terus menerus tanpa diiringi dengan taubat kepada Allah

Di anggap remeh

Rasulullah SAW bersabda

Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan. “(HR Al-Bukhari)

Senang dan bangga atas dosa yang dilakukan

Banyak diantara manusia merasa bangga dengan kemaksiatannya. Diceritakan kemaksiatannya seolah-olah bahwa dia melakukan sesuatu yang hebat. dan ini jelas dilarang oleh agama yang mulia ini.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Termasuk bentuk terang-terangan maksiat, seseorang melakukan maksiat di malam hari, Allah tutupi sehingga tidak ada yang tahu, namun di pagi hari dia bercerita, ‘Hai Fulan, tadi malam saya melakukan perbuatan maksiat seperti ini..’Malam hari Allah tutupi kemaksiatanya, pagi harinya dia singkap tabir Allah yang menutupi maksiatnya. (HR. Bukhari 6069 & Muslim 7676)

Dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapat ampunan Allah kecuali dengan taubatannasuha.

فمن تاب من بعد ظلمه وأصلح فإن الله يتوب عليه , إن الله غفور رحيم

Artinya: Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS Al-Maidah : 39)

maka tidak diragukan lagi, bahwa Hanyalah taubatannasuha yang dapat menerangi gelapnya kehidupan kita dari perbuatan maksiat.

(Bersambung)



Kamis, 07 April 2016

5 KEGELAPAN DAN 5 CAHAYA (1) HUBUDDUNYA




….اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

Artinya: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)”.

Pada hakikatnya, ketika seseorang telah menyatakan keislamannya, menyatakan keimanannya, sungguh dia telah keluar dari kegelapan menuju cahaya. Sering para khatib, da'i menyebut juga bahwa zaman sebelum datangnya Islam adalah zaman jahiliyyah, zaman kebodohan, zaman kegelapan. Di mana kehancuran akhlak pada sat itu begitu luar biasa. kemudian datanglah risalah Islam yang membawa kepada Cahaya.

Suatu ketika, khalifah pertama kaum muslimin, yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, memberikan nasihatnya mengenai kegelapan dan cahaya.

عن أبي بكرٍ الصديق رضي الله عنه قال : الظلمات خمس والسرج لها خمس : حب الدنيا ظلمة والسراج له التقوى , والذنب ظلمة والسراج له التوبة , والقبر ظلمة والسراج له لا إله إلا الله محمدٌ رسول الله , والآخرة ظلمة والسراج لها العمل الصالح , والصراط ظلمة والسراج له اليقين

dari Abu Bakar r.a.beliau berkata “ Kegelapan-kegelapan tersebut ada 5 dan penerang (cahaya) yang dapat menyinarkannya ada 5. Cinta dunia itu gelap dan cahayanya adalah taqwa,  dosa itu gelap dan cahayanya adalah taubat, alam kubur itu gelap dan cahayanya adalah “laa ilaaha illallaah Muhammadur rasuulullah, alam akhirat itu gelap dan cahayanya adalah amal shaleh, jembatan “shirath” itu gelap dan cahayanya adalah yaqin (iman)”

Pertama : Hubuddunya (Cinta Dunia) dan cahayanya adalah taqwa.

Mencintai dunia bukanlah sesuatu yang terlarang sebenarnya di dalam Islam. Hanya saja ketika cinta dunia ini sudah membabi buta maka secara tidak langsung akan diikuti dengan takut mati. Rasul menyebutnya dengan “Al Wahn”.  Ketika manusia sudah terkena penyakit cinta dunia dan takut akan kematian, maka dia akan menjadi orang yang bakhil, kikir. Baginya sedekah hanya akan mengurangi harta bendanya. Baginya seolah-olah dunia yang ia miliki adalah segalanya, sehingga dia amat sangat takut untuk meninggalkannya. Dan cahaya bagi orang-orang yang hubbuddunya ini adalah ketaqwaan. Orang-orang yang bertaqwa tidak akan merasa takut akan kehilangan apapun yang ia miliki kecuali kehilangan keimanan kepada Allah. Baginya Taqwa merupakan sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah. Sehingga dia tidak menjadi bakhil dan kikir dengan apa yang ia miliki. 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Artinya : Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa (QS. Al Baqarah : 197)

Apa yang kita miliki di dunia ini sesungguhnya tidaklah kekal kecuali apa-apa yang kita berikan kepada Allah. Harta benda hanya akan menjadi malapetaka ketika tidak diiringi dengan ketaqwaan. Dan sesungguhnya bekal akhirat yang akan bisa menyelamatkan kita adalah ketaqwaan. Bekal yang kekal dan bekal yang terbaik. 

Dan Allah juga berjanji kepada hambaNya yang bertaqwa dalam ayat yang lain “Barang siapa yang bertaqwa, akan kami jadikan baginya jalan keluar” (Ath Thalaq : 2). Apapun kegelapan dunia yang menghampiri kita, sepanjang kita bertaqwa kepadaNya, maka kita tidak perlu risau karena Allah berjanji akan memberikan jalan keluar kepada kita


sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com