Keempat : Akhirat itu Gelap dan Cahayanya adalah Amal Shalih
Kehidupan akhirat adalah fase terakhir kehidupan manusia. Di akhirat inilah pengadilan tertinggi, pengadilan sejati, pengadilan yang paling adil. Tidak ada lagi suap-menyuap, makelar kasus di pengadilan tertinggi ini.
Pada masa ini semua akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan selama hidup di dunia. Hanya ada dua tempat yang tersedia yaitu Surga dan Neraka.
Surga adalah tempat bersemayamnya orang-orang yang mendapatkan augerah dari Allah SWT. Sedangkan neraka adalah tempat orang-orang menerima imbalan berupa adzab karena amal-amal buruknya semasa hidup. Adzab di akhirat berarti kegelapan. Tiadak ada stupun manusia yang mampu membayangkan dahsyatnya neraka. kita hanya mampu mengira-ira dari keterangan Al Qur'an dan hadits-hadits yang shahih saja.
Allah Berfirman "Setiap kali kulit mereka hangus,kami ganti kulit mereka dngn kulit yg lain supaya mereka merasakan azab" (Qs.An-Nisa;56)
"Dan tahukah kamu apa Hathamah itu.? yaitu api yg disediakan Allah yg dinyalakan" (Qs.Al-Humazah:5-6),Dinamakan demikian karena penghuninya menghancurkan tulang dan membakar hatinya sendiri,Allah berfirman "yang membakar sampai ke hati" (Qs.Al-Humazah:7)
Dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang digantung dalam keadaan kaki di atas dan mulut mereka robek-robek. Darah mengalir dari mulut mereka. Aku berkata, 'Mereka adalah orang yang berbuka di bulan puasa sebelum dihalalkan berbuka'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)
Masih hadits dari Abu Umamah al-Bahili ra, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam berkata, "... Kemudian keduanya membawaku, ternyata ada satu kaum yang tubuh mereka sangat besar, bau tubuhnya sangat busuk, paling buruk dipandang, dan bau mereka seperti bau tempat pembuangan kotoran (comberan). Aku tanyakan, 'Siapakah mereka?' Keduanya menjawab, 'Mereka adalah penzina laki-laki dan perempuan'. "(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Lihat ash-Shahihah no 3951, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh Muqbil dalam ash-Shahihul Musnad)
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menggambarkan kedahsyatannya. Dan yang akan menyelamatkan kita adalah amal shalih kita. Tentunya dengan dilandasi keimanan yang akan menyebabkan rahmat Allah. Dengan demikian marilah kita senantiasa beramal shalih meskipun kecil. Jangan pernah meremehkan amal shalih yang terlihat kecil karena kita tidak tahu barangkali itulah yang akan mengundang rahmat Allah kepada kita. Yang akan menjadi penerang kita di akhirat kelak.
(Bersambung)








0 komentar:
Posting Komentar