Cari Blog Ini

Jumat, 18 Mei 2018

JUDULE APA?

Dalam sebuah pentas drama tradisional Jawa, kethoprak, dikisahkan seorang pemuda berhasil mendapatkan keris pusaka nan ampuh dengan cara licik dari sang Guru. Nama pemuda itu Ken Arok.

Dibawalah keris itu kepada sahabatnya Kebo Ijo. (Entah Kebo Ijo atau Ijo Ngebo). Kebo Ijo, yang memang memiliki sifat "seneng umuk" itu diberi ijin oleh Ken Arok untuk meminjam keris selama sehari. Dia boleh mengakui keris itu sebagai miliknya.

Kebo Ijo pun akhirnya berkeliling sambil memamerkan kerisnya, yang memang desainnya amat indah dan mengagumkan. Bahkan hampir semua temannya di Singosari tahu bahwa Kebo Ijo memiliki keris pusaka yang ampuh.

Sore harinya, sesuai perjanjian, keris dikembalikan kepada Ken Arok. Pada malam harinya, Ken Arok mengendap-endap memasuki kamar seorang akuwu bernama Tunggul Ametung. Setelah sampai kamar, dibunuhlah Tunggul Ametung dengan keris pusaka di tangannya. Tanpa mencabut kembali keris itu, Ken Arok lantas melarikan diri. Semua penonton kethoprak malam itu dibuat tegang meski semua sudah tahu jalan cerita selanjutnya.

Pagi Harinya, Singasari geger. Akuwu Tunggul Ametung tewas dengan keris tertancap di dadanya. Setelah diketahui jenis keris itu, semua tuduhan mengarah kepada Kebo Ijo. Dengan bukti keris dan saksi seluruh teman Kebo Ijo termasuk Ken Arok, dia diseret menuju alun-alun Singasari.

Kebo Ijo menyangkal bahwa dia yang memiliki keris itu dan membunuh Tunggul Ametung. Kebo Ijo bilang bahwa keris itu milik Ken Arok. Dan Ken Arok lah yang telah membunuh Tunggul Ametung.

"Kowe aja gawe cerita dhewe Kebo Ijo. Kabeh wis mangerteni dene curiga utawa keris iki pancen duwekmu. Kowe ora kena selak." Ken Arok tampak marah sambil mengacungkan keris itu.

"Kowe pancen licik Ken Arok. Kowe sengaja ngentha-entha cerita. Kowe melik Singasari lan Ken Dedes. Nanging caramu julik, licik. Kowe tega ngorbanake kekancanmu mung amarga tresnamu marang kursi panguwasa lan wanita."

"Iblis kowe Kebo Ijo, ora gawe cerita sing ora-ora. Seksi lan bukti nyatane cetha, iki kerismu. Lan keris iki sing bakal midana pati kowe Kebo Ijo." Ken Arok mengayunkan keris itu ke arah dada Kebo Ijo. Namun belum sampai menyentuh dada Kebo Ijo, tiba-tiba ada teriakan penonton dari atas tribune.

"Ken Arok.., aja gae fitnah kowe. Aku weruh sing mateni mau kowe. Malah nyalahne kancamu. Kebo Ijo mung mbok jebak." Penonton tersebut marah sambil menunjuk-nunjuk ke arah panggung.

"Kowe sapa?" Teriak Ken Arok dari atas panggung.

"Aku penonton, wit sore nonton neng kene. Dadi ruh critane. Kowe sing mateni."

Panitiapun dengan sigap membawa penonton itu dari gedung. Dan cerita berlanjut dengan dibunuhnya Kebo Ijo sebagai hukuman karena telah membunuh akuwu Tunggul Ametung.

Gambar : Tribune
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com