….اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
Artinya: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia
mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)”.
Pada hakikatnya, ketika seseorang telah menyatakan
keislamannya, menyatakan keimanannya, sungguh dia telah keluar dari kegelapan
menuju cahaya. Sering para khatib, da'i menyebut juga bahwa zaman sebelum
datangnya Islam adalah zaman jahiliyyah, zaman kebodohan, zaman kegelapan. Di
mana kehancuran akhlak pada sat itu begitu luar biasa. kemudian datanglah
risalah Islam yang membawa kepada Cahaya.
Suatu ketika, khalifah pertama kaum muslimin, yaitu Abu Bakar
Ash Shidiq, memberikan nasihatnya mengenai kegelapan dan cahaya.
عن أبي بكرٍ الصديق رضي الله عنه قال : الظلمات خمس والسرج لها خمس : حب الدنيا ظلمة والسراج له التقوى , والذنب ظلمة والسراج له التوبة , والقبر ظلمة والسراج له لا إله إلا الله محمدٌ رسول الله , والآخرة ظلمة والسراج لها العمل الصالح , والصراط ظلمة والسراج له اليقين
dari Abu Bakar r.a.beliau berkata “ Kegelapan-kegelapan tersebut ada 5 dan penerang (cahaya) yang dapat
menyinarkannya ada 5. Cinta dunia itu gelap dan cahayanya adalah taqwa, dosa itu gelap dan cahayanya adalah taubat, alam
kubur itu gelap dan cahayanya adalah “laa ilaaha illallaah Muhammadur rasuulullah,
alam akhirat itu gelap dan cahayanya adalah amal shaleh, jembatan “shirath” itu
gelap dan cahayanya adalah yaqin (iman)”
Pertama : Hubuddunya
(Cinta Dunia) dan cahayanya adalah taqwa.
Mencintai dunia bukanlah sesuatu yang terlarang sebenarnya di
dalam Islam. Hanya saja ketika cinta dunia ini sudah membabi buta maka secara
tidak langsung akan diikuti dengan takut mati. Rasul menyebutnya dengan “Al Wahn”. Ketika manusia sudah terkena penyakit cinta
dunia dan takut akan kematian, maka dia akan menjadi orang yang bakhil, kikir.
Baginya sedekah hanya akan mengurangi harta bendanya. Baginya seolah-olah dunia
yang ia miliki adalah segalanya, sehingga dia amat sangat takut untuk
meninggalkannya. Dan cahaya bagi orang-orang yang hubbuddunya ini adalah
ketaqwaan. Orang-orang yang bertaqwa tidak akan merasa takut akan kehilangan
apapun yang ia miliki kecuali kehilangan keimanan kepada Allah. Baginya Taqwa
merupakan sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah. Sehingga dia tidak menjadi
bakhil dan kikir dengan apa yang ia miliki.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Artinya : Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik
bekal adalah takwa (QS. Al Baqarah
: 197)
Apa yang kita miliki di dunia ini
sesungguhnya tidaklah kekal kecuali apa-apa yang kita berikan kepada Allah.
Harta benda hanya akan menjadi malapetaka ketika tidak diiringi dengan
ketaqwaan. Dan sesungguhnya bekal akhirat yang akan bisa menyelamatkan kita
adalah ketaqwaan. Bekal yang kekal dan bekal yang terbaik.
Dan Allah juga berjanji kepada
hambaNya yang bertaqwa dalam ayat yang lain “Barang siapa yang bertaqwa, akan
kami jadikan baginya jalan keluar” (Ath Thalaq : 2). Apapun kegelapan dunia
yang menghampiri kita, sepanjang kita bertaqwa kepadaNya, maka kita tidak perlu
risau karena Allah berjanji akan memberikan jalan keluar kepada kita








0 komentar:
Posting Komentar