Cari Blog Ini

Jumat, 24 Mei 2019

Murka Bargawa

Bargawa
Bargawa diam bukan bungkam, karena hatinya tetep begumam
Dia melihat, dan tahu dari balik nanar matanya

Bargawa terus bergerak dalam kegelapan, mencari kesempatan, menoreh sayatan
Perih..., walaupun tak seperih yang dia rasakan

Tangannya kaku mengepal, tanpa mampu memukul karena musuhnya punya ilmu kebal
Bargawapun misuh sekerasnya dalam hatinya
Tetapi dilahirkan dengan lidahnya, dan diterjemahkan dengan bahasa yang tidak baku

Masih dalam kegelapan, diraihnya kapak andalan
Diayunkan pelan agar tidak mematikan
Yang diharap hanyalah kesakitan dan ratapan
Memohon pengampunan, meraung ketakutan
Hingga jatuh terkulai dalam kecemasan, dan Sang Yama datang meloloskan kehidupannya dari tulang-tulang

Bargawa masih dalam kegelapan, 
Bargawa yang kesetanan
Memenggal kepala-kepala para satria, raja, penoda kesucian

Tak lupa kapak bersandar di badan
Kapak itu berujung tajamt berwarna keemasan
Menembus dinding-dinding keangkuhan

Mana ksatria dan raja sundal
Akan ku jadikan tumbal
Atas perilaku yang bebal
Suaranya menggelegar

Masih dalam gelap, dengan busana Bargawa lengkap
Dan Bargawa mmasihbelum puas bukan karena kalap

Ditelusuri belantara, dipenggal setiap pelaku sundal
Tidak peduli ksatria, raja maupun jelata
Kapak Bargawa yang akan berbicara
Kapak berujung lancip dan berwarna hitam

Bargawa masih dalam kegelapan
Tertunduk kepalanya
Batinnya bergolak, 
"Wahai sang raja, nantikan kapakku.....,
Dan akan ku penggal kepalamu 
Sebagai bentuk dharmaku...

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com