![]() |
| Bargawa |
Bargawa diam bukan bungkam, karena hatinya tetep begumam
Dia melihat, dan tahu dari balik nanar matanya
Bargawa terus bergerak dalam kegelapan, mencari kesempatan, menoreh sayatan
Perih..., walaupun tak seperih yang dia rasakan
Tangannya kaku mengepal, tanpa mampu memukul karena musuhnya punya ilmu kebal
Bargawapun misuh sekerasnya dalam hatinya
Tetapi dilahirkan dengan lidahnya, dan diterjemahkan dengan bahasa yang tidak baku
Masih dalam kegelapan, diraihnya kapak andalan
Diayunkan pelan agar tidak mematikan
Yang diharap hanyalah kesakitan dan ratapan
Memohon pengampunan, meraung ketakutan
Hingga jatuh terkulai dalam kecemasan, dan Sang Yama datang meloloskan kehidupannya dari tulang-tulang
Bargawa masih dalam kegelapan,
Bargawa yang kesetanan
Memenggal kepala-kepala para satria, raja, penoda kesucian
Tak lupa kapak bersandar di badan
Kapak itu berujung tajamt berwarna keemasan
Menembus dinding-dinding keangkuhan
Mana ksatria dan raja sundal
Akan ku jadikan tumbal
Atas perilaku yang bebal
Suaranya menggelegar
Masih dalam gelap, dengan busana Bargawa lengkap
Dan Bargawa mmasihbelum puas bukan karena kalap
Ditelusuri belantara, dipenggal setiap pelaku sundal
Tidak peduli ksatria, raja maupun jelata
Kapak Bargawa yang akan berbicara
Kapak berujung lancip dan berwarna hitam
Bargawa masih dalam kegelapan
Tertunduk kepalanya
Batinnya bergolak,
"Wahai sang raja, nantikan kapakku.....,
Dan akan ku penggal kepalamu
Sebagai bentuk dharmaku...







