Cari Blog Ini

Selasa, 17 Mei 2016

Usrah Muslimah Usrah Muntijah


Keluarga muslim yang berkualitas, adalah keluarga yang yang didalamnya ada Cinta, Harmoni, dan Produktifitas.

Cinta dalam keluarga adalah perasaan
Saling mengenal
Saling tolong menolong
Saling memahami
Saling memiliki
Saling melindungi
Saling menghormati
Saling menanggung beban
Saling menasihati
Saling mengasihi
Saling menutup aib
Saling mengerti
Saling memotivasi
Saling bergandengan bersama antar keluarga menuju surga
Ku anfusakum wa ahlikum naaro bukan saja kewajiban kepala keluaga tetapi kewajiban semua anggota keluarga

Harmoni adalah penyelarasan. Sebuah keluarga yang berkualitas mampu mengelola perbedaan antar anggota keluarga. Dalam sebuah keluarga tidak mungkin memiliki kesamaan 100%. Pasti ada perbedaan selera. Entah selera makan, selera berfikir, selera dakwah. Apapun perbedaan itu sepanjang tidak keluar dari aturan-aturan baku Alqur'an dan sunnah, tentunya masih bisa diselaraskan sebagaimana irama musik yang berbeda ketika selaras maka akan menjadi sebuah harmoni yang penuh keindahan. Adapun ketika perbedaan itu antara haq dan bathil, tentunya tidak mungkin diselaraskan.

Produktifitas adalah memiliki output yang jelas. Sebagai keluarga muslim tentunya output itu adalah kerja-kerja dakwah. Dakwah kepada diri yang outputnya adalah keshalihan pribadi, akhlak yang terpuji, tutur kata yang tidak menyakiti. Dakwah kepada keluarga yang outputnya adalah anak-anak maupun pasangan yang shalih/ shalihah,  yang bisa menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat.Dakwah kepada masyarakat yang outputnya keshalihan sosial. Terciptanya kehidupan yang baik dilingkungan keluarga muslim tinggal.

Makna produktifitas yang kedua adalah bahwa kepala keluarga harus  semaksimal mungkin memiliki penghasilan dalam rangka membiayai kehidupan keluarga, kerja-kerja dakwah, amal-amal shalih lainnya.

Gambar : bikinsemangat.com


Ada Tamu di Rumahku


Ada tamu dirumahku
Kewajibanku adalah menjamu
Tetapi kenapa tamuku berbuat begitu

Wahai lawan berbaju kawan
Yang memoles rupa menjadi tampan
Yang memoles diri seolah mapan
Yang tak ku tahu kau di belakang, tengah atau di depan

Wahai lawan berbanju kawan
Kau tusuk daku pelan-pelan
Hingga akupun tak merasa tertekan
Walau ku tahu darah telah berceceran

Wahai Serigala berbulu domba
Senyum manismu membawa luka
Yang sulit sembuh dan kian menganga
Pergilah kau ke belantara di ujung sana

Duhai kawan dombaku
Hati-hati ada sembilu
Yang akan menghabisimu
Di manapun sewaktu-waktu

Wahai elang berbulu ayam
Yang menjejakkan luka-luka dalam
Dengan cakar yang mencengkeram
Enyahlah dari kandang yang kian temaram

Wahai teman ayamku
Mari sadar terburu-buru
Di kandang kita ada peluru
Yang siap ditembakkan sewaktu-waktu

Wahai kawanku
kawan dombaku
Kawan ayamku
Biarlah terbuang diriku
Karena keyakinanku

Ah kandangku mulai ramai
Kawan-kawanku bercerai-berai
Lempar sana lempar sini
Gembling sana gembling sini
Tladung sana tladung sini

Duhai kawanku tolong berhenti
Badanmu bisa lelah kehabisan energi
Tandukmu bisa patah hilang dan tak terganti
Bulu-bulumu mbrodholi

Dan jauh di pinggir kandang
Srigala dan Elang bertolak pinggang
Tersenyum merasa menang
Karena kendali telah terpegang
Dan kita hanya bisa meregang, tegang
Mencari lawang
Di pinggir kandang

Kawanku mari bersatu
Mengusir si Anu
Yang tak pernah kutahu
Sambil mendendangkan lagu
Aku bukan hidangan

Medio Mei 2016

*Gembling : Beradu kepala antar domba, sapi, kerbau dll
  Tladhung : Serangan yang dilakukan oleh ayam, dengan mencakar dan mengibaskan sayapnya
  Mbrodholi : Lepas dari tempatnya dan berjumlah banyak
  Lawang : Pintu

Gambar. jendelasastra.com







sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com