Cinta dalam keluarga adalah perasaan
Saling mengenal
Saling tolong menolong
Saling memahami
Saling memiliki
Saling melindungi
Saling menghormati
Saling menanggung beban
Saling menasihati
Saling mengasihi
Saling menutup aib
Saling mengerti
Saling memotivasi
Saling bergandengan bersama antar keluarga menuju surga
Ku anfusakum wa ahlikum naaro bukan saja kewajiban kepala keluaga tetapi kewajiban semua anggota keluarga
Harmoni adalah penyelarasan. Sebuah keluarga yang berkualitas mampu mengelola perbedaan antar anggota keluarga. Dalam sebuah keluarga tidak mungkin memiliki kesamaan 100%. Pasti ada perbedaan selera. Entah selera makan, selera berfikir, selera dakwah. Apapun perbedaan itu sepanjang tidak keluar dari aturan-aturan baku Alqur'an dan sunnah, tentunya masih bisa diselaraskan sebagaimana irama musik yang berbeda ketika selaras maka akan menjadi sebuah harmoni yang penuh keindahan. Adapun ketika perbedaan itu antara haq dan bathil, tentunya tidak mungkin diselaraskan.
Produktifitas adalah memiliki output yang jelas. Sebagai keluarga muslim tentunya output itu adalah kerja-kerja dakwah. Dakwah kepada diri yang outputnya adalah keshalihan pribadi, akhlak yang terpuji, tutur kata yang tidak menyakiti. Dakwah kepada keluarga yang outputnya adalah anak-anak maupun pasangan yang shalih/ shalihah, yang bisa menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat.Dakwah kepada masyarakat yang outputnya keshalihan sosial. Terciptanya kehidupan yang baik dilingkungan keluarga muslim tinggal.
Makna produktifitas yang kedua adalah bahwa kepala keluarga harus semaksimal mungkin memiliki penghasilan dalam rangka membiayai kehidupan keluarga, kerja-kerja dakwah, amal-amal shalih lainnya.
Gambar : bikinsemangat.com







