
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
Penggalan syair lagu di atas tentunya tidak asing di telinga
kita. Lagu yang sangat popular dan dinyany
ikan oleh beberapa penyanyi. Tapi saat ini saya tidak akan membicarakan penyanyinya. Tetapi makna dari penggalan syair lagu tersebut.
ikan oleh beberapa penyanyi. Tapi saat ini saya tidak akan membicarakan penyanyinya. Tetapi makna dari penggalan syair lagu tersebut.
Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan.
Sebagai makhluk sosial, peran kita di tengah masyarakat
amatlah penting. Setiap orang akan memiliki peran masing-masing beserta kontribusinya. Tidak ada orang yang tidak
berkontribusi terhadap lingkungannya. Ketika dia tidak berkontribusi terhadap
kebaikan, maka dapat dipastikan dia akan berkontribusi terhadap keburukan.
Setiap kita dapat satu peranan. Tidak bisa tidak. Bahkan orang
yang diampun akan berperan dengan diamnya. Ketika sebuah kejahatan terjadi dan kita
sebenarnya mampu menghentikannya kemudian kita diam saja, maka kita ikut
berkontribusi terhadap kejahatan tersebut.
Dalam hidup kita diberi pilihan untuk berperan atau
berkontribusi. Apakah anda akan berperan wajar atau sebagaimana mestinya. Peran
yang prasaja. Peran apa adanya, tidak neko-neko,
wajar-wajar saja. Wajar sesuai dengan fitrahnya. Dan fitrah manusia adalah
mencintai kebaikan.
Atau boleh jadi kita memilih peran berpura-pura. Peran penuh
sandiwara. Apa bila menguntungkan maka kita akan berkontribusi. Jika merugikan
maka kita lari. Peran penuh kemunafikan. Dan tentunya peran ini adalah peran
yang merusak dan menghancurkan.
Mau atau tidak mau kita harus memilih peran yang akan kita
mainkan. Kemudian memilih kontribusi yang akan kita berikan. Akan membangun
atau merusak, itu pilihan kita.
gambar : http://lusiandriani.blogspot.com







0 komentar:
Posting Komentar