Ternyata...selama ini saya hidup ibarat dalam tempurung. Sempit. Ketika suatu hari saya di ajak ke mall,(sebelumnya sih juga pernah nge-mall, tapi ini beda) biyyuh..... tiba'e isine nyenengkeh. Isine wong sugih thok. Ibarat kata, kagak ade yang jelek. Semua cantik-cantik, ganteng-ganteng tapi bukan srigala lho. Yang jelek kelihatannya saya saja.
Ck..ck...ck.., luar biasa pesona mall. Banyak yang datang tetapi hanya ingin nongkrong saja. Mojok, dengan gadget di tangan. Jari-jari sibuk ngetik. Entah status, entah sms, pokoknya drijine nyambut gawe.
Kalau sudah di mall kayaknya yang jelek merasa berubah ganteng, yang miskin berasa kaya. Walaupun tidak semuanya tentunya. Tapi sebagian besar begitu. Dandannya cakep-cakep, pakai sandal atau sepatu mahal (kelihatannya), bajunya seksi-seksi. Lha saya, sandal jepit, kaos oblong, bolong suwek sisan.
Memang nggumunke. Padahal harga-harga yang dijual di sana ya termasuk mahal bagiku. Apa karena aku yang miskin ya. Tapi tetap saja laris manis.
Yang lebih nggumunke, nyandhange kui lho, ada yang pakai celana sekilan, sporotan, kaos kekecilan. Ada juga sih yang pakai baju rapi dan pantas dilihat. Seolah saling berlomba dengan kegemerlapannya. Dalam senyum yang dibuat semanis mungkin, seolah mereka berkata "ini bodiku, mana bodimu?"
Mudah-mudahan aku nggak tuman.
Gambar : http://id.wikipedia.org
Gambar : http://id.wikipedia.org







0 komentar:
Posting Komentar