Cari Blog Ini

Selasa, 14 Oktober 2014

NGGRUNDEL


Pernah dengar lagu ayo ngguyu? Kurang lebih begini lagunya, “ayo ngguyu..ayo ngguyu yen ngguyu ja padha seru-seru..”

Tapi saya tidak akan mengajak ngguyu saat ini. Tetapi ayo nggrundel. Atau dengan kata lain sambat.
Beberapa hari yang lalu kita disuguhi berita yang sangat mencengangkan. Seorang anak Sekolah Dasar di Bukit Tinggi Sumatra Barat. Kira kira dari mana mereka “ngudi kawruh” persmekdonan itu. Dari orang tuanyakah, gurunyakah, teman-temannyakah, atau dari gemerla pnya dunia teknologi. Ada tayangan televisi, Game Online, Gadget.

Mari menengok sebentar apa yang disuguhkan s ikotak ajaib di rumah kita. Semuanya pasti mendidik. Hanya mendidik ke arah mana? Yang baik apa yang tidak baik. Berapa prosentasenya. Saya yakin seyakin-yakinnya banyak yang ke arah tidak baik. Sinemanya, filmnya, komedinya, infotainmentnya, dan masih banyak lagi. Kalau kita mau jujur pasti mengakui banyak acara-acara yang jauh dari kata mendidik kebaikan bagi kita dan anak-anak kita.

Tayangan-tayangan yang setiap hari mampir di rumah melalui kotak itu akan berangsur-angsur menguasai pola pikir kita sehingga menjadi tren dan sesuatu yang sangat wajar. Lihat sekarang bagaimana anak-anak perempuan, bahkan ibu-ibu muda dan setengah tua rela menggunakan celana sekilan. Dipamerkanlah pahanya yang belum tentu putih. Padahal ketika dipelototin mata laki-laki mereka juga marah dan merasa dilecehkan.

Lihat anak-anak kita sekarang jarang sekali melantunkan lagu-lagu khas anak-anak dengan riang gembira. Yang mereka lantunkan adalah lagu-lagu romantis sepasang kekasih. Lha kalau ini dibiarkan entah bagaimana kondisi bangsa ini 20 tahun yang akan datang? Medeni, nggegirisi.

Tapi apa dengan nggrundel ini kemudian semua masalah selesai? Tentu tidak. Mari memberikan kontribusi kepada bangsa ini sekecil apapun untuk kemajuan dan kemakmurannya. Tentunya tanpa meninggalkan kebaikannya.

Gambar : http://wesolved.org

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com